Berbincang dengan Hoax, Media Sosial dan Dunia Digital (Materi 13 GMLD)

 Berbincang dengan Hoax, Media Sosial dan Dunia Digital (Materi 13 GMLD) Oleh Ansar Salihin Pertemuan ke-13 kelas Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) Aam Nurhasanah kembali menjadi narasumber menjelaskan tentang Berbincang dengan Hoax, Media Sosial dan Dunia Digital, kelas GMLD dilaksanakan melalui Grup WA, Senin 29 November 2021 pukul 16.00-18.00 WIB yang dimoderatori oleh Dail Ma’ruf.

Mengelola Jejak Digital (Materi 2 GMLD)


Ansar Salihin

Lanjutan kegiatan Kelas Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) pada Rabu, 3 November 2021 pukul 16.00 WIB melalui WA Grup. Acara tersebut dimoderatori oleh Helwiyah dengan menghadirkan narasumber Bapak Dedi Dwitagama (Guru SMKN 50 Jakarta Timur) judul materinya "Yuk Kelola Jejak Digital yang Baik".

Sebelum memulai materi setelah narasumber memperkenalkan diri, peserta diminta untuk mencari di google jejak digital Dedi Dwitagama. Berbagai jejak digital muncul di halaman goggle baik berupa tulisan di blog, video di youtube, foto di instagram dan jejak digital lainnya. Hal ini menunjukan bahwa pemateri ini memiliki jejak digital yang dikelola selama ini dengan baik. Jejak digitalnya terkait dengan profesinya sebagai pendidik, motivator, penulis, blogger habi-hobi yang tekuni selama ini.


Selanjutnya pak dedi meminta kepada peserta untuk menyebutkan nama guru atau dosen yang paling paporit, digemari dan mengesankan kepada siswa atau mahasiswanya. Satu persatu menyebutkan nama-nama guru dan dosennya serta memberikan alasannya masing-masing tentang guru atau dosen paporit. Kemudian peserta diminta untuk mencari jejak digital dari guru atau dosen tersebut di google. Tenyata tidak banyak jejak digital mereka bahkan ada yang tidak ada sama sekali di internet. Ini membuktikan bahwa guru atau dosen tersebut tidak mengelola dengan baik jejak digitalnya.

Kemudian pemateri juga meminta kepada peserta mencari jejak digital tokoh atau pahlawan indonesia misalnya Ki Hadjar Dewantara, Cut Nyak Dien, atau menyebutkan nama nabi Muhammad. Itu banyak di jejak digitalnya bersebaran di internet, padahal pada masa itu belum ada internet. Mereka tidak mengelola jejak digitalnya, namun orang lain merekam jejak digitalnya diinternet karena ketokohan, panutan, dan orang yang perpanguruh dari zaman dulu sampai sekarang. Maka di sini ada du acara untuk merekam jejak digital dengan baik, pertama dilakukan sendiri, kemudian kedua dilakukan oleh orang lain karena pengaruhnya yang sangat besar.

Setiap manusia bersifat unik. Jika keunikan itu direkam dalam dunia digital, bukan tidak mungkin jejak tersebut akan mengantarkan kita kepada nasib baik sebagai orang yang unggul, selanjutnya melejit.

Seberapa pun sederhananya kita, kalau kita meninggalkan jejak konten positif atau kebaikan di media digital: Blog, Facebook, Podcast, Instagram, dan lain-lain, akan ada sesuatu yang dikenang dari kiita. Tak hanya itu, Ketika kita sudah tiada, kebaikan yang kita tinggalkan akan mengalir terus sebagai amal jariah. Oleh karena itu, yuk kita kelola jejak digital kita dengan baik.

Demikian materi yang disampaikan oleh pak Dedi pada kesempatan tersebut, acara berlangsung sangat menarik karena materinya mengalir berdasarkan diskusi saling tanya jawab antara narasumber dengan peserta. Semoga materi ini dapat bermanfaat, dan marilah kita mengelola jejak digital dengan baik tentunya bermanfaat untuk diri kita dan juga orang lain di sekitar kita.

Salam Literasi Digital

Baca Juga Materi GMLD:

Materi 1 Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak


Comments

  1. mantap pak ansar

    Terima kasih sudah membuat resume dengan baik. Rapih dan lengkap. Semoga jadi buku

    ReplyDelete

Post a Comment

RPP/PERANGKAT