Eksplorasi Mencari Ide dalam Menulis

 



Eksplorasi Mencari Ide dalam Menulis


Oleh: Win Ansar


Menulis merupakan salah satu media komunikasi dalam berbahasa yang paling lama bertahan dan paling luas untuk disebarkan. Menulis juga salah satu unsur terpenting dalam literasi karena menulis adalah dasar perkembangan literasi, sehingga menulis menjadi keterampilan yang harus dimiliki setiap orang. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan menulis sudah menjadi salah satu pekerjaan atau profesi misalnya wartawan pada suatu koran, notulen, sekretaris, humas dan protokoler dan lain-lain. Sehingga banyak orang memiliki keinginan untuk menulis karena karya tulis menjadi karya yang paling abadi walaupun penulisnya sudah meninggal karyanya tetap ada di dunia ini.

Salah satu hal terpenting dalam menulis adalah menentukan ide atau topik dalam menulis, ide inilah yang dikembangkan menjadi sebuah karya seperti buku, majalah, jurnal dan sebagainya. Bagi seorang penulis pemula yang sering menjadi hambatan adalah sulitnya mencari ide atau menemukan ide dalam menulis. Ataupun sudah memiliki ide namun sulit untuk menuliskannya karena sulit menata bahasa dan sulit memulai menulis. Maka perlu sebuah trik mencari ide agar memudahkan menulis, yaitu teknik eksplorasi dalam penulisan.

Baca Juga : Sulit Membaca Atasi dengan Menulis

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia eksplorasi adalah penyelidikan atau penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak tentang keadaan, terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu. Eksplorasi adalah kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru. Eksplorasi dalam konteks riset ilmiah adalah salah satu dari tiga bentuk tujuan riset sedangkan tujuan lainnya ialah penggambaran atau deskripsi dan penjelasan atau eksplanasi. Dalam hal ini, eksplorasi adalah usaha untuk membentuk pengertian umum dan awal terhadap suatu fenomena.

Eksplorasi adalah salah satu teknik dalam mencari ide dengan cara melakukan penyelidikan pada suatu objek yang dijadikan sebagai topik dalam tulisan. Melalui metode ini seorang penulis tidak hanya menghadalkan imajinasinya dalam menulis, tetapi juga melakukan penggalian atau pengkajian terhadap sumber ide. Sehingga tulisan yang dihasilkan memiliki referensi atau sumber yang kuat, tidak hanya dalam dalam penulisan nonfiksi, menulis fiksipun perlu melakukan kajian terhadap sumber ide yang ditulis.

Baca Juga: Langkah-Langkah Menulis Bagi Pemula

Ide dalam menulis dapat dibagi menjadi dua yaitu ide sebagai sumber objek ataupun topik utama dari tulisan tersebut, kemudian yang kedua ide sebagai tujuan yang ingin dicapai dari sebuah tulisan. Kedua ide ini akan menyatu dalam sebuah karya saling terkait dan menyatu agar tulisan memiliki kualitas yang baik.

1. Sumber ide (input)

Sebelum mencari sumber ide, terlebih dahulu penulis menentukan topik dari tulisan, kemudian topik tersebut dikaji dan ditelusuri dengan berbagai cara, misalnya: membaca tulisan sebelumnya dengan topik yang sama, menelusuri peristiwa yang terjadi sebelumnya dengan topik yang sama, menonton video berkaitan dengan topik, melakukan wawancara dengan ahli di bidang itu atau orang yang sudah pernah meneliti/menulis topik yang sama, mengingat kembali peristiwa yang sudah terjadi mirip dengan topik diangkat. Setelah menemukan sumber ide tersebut, catatlah hal terpenting yang dapat dimasukan ke dalam tulisan untuk mendukung referensi penulisan.

2. Tujuan Ide (output)

Setelah menemukan sumber ide kemudian topik tersebut untuk apa tujuannya ditulis agar tulisan tersebut menjadi terbaru penting dan terkini. Hal ini dapat dikaitkan dengan fenomena yang sedang terjadi saat ini atau isu yang sedang berkembang di masyarakat serta perkiraan peristiwa yang terjadi di masa akan datang. Sehingga di dalam tujuan ini memberikan suatu solusi atau jawaban suatu permasalahan yang sedang terjadi. Tujuan ide lahir dari dari fikiran dan imajinasi seorang penulis, yang dicurahkan melalui kata-kata dihiasi oleh rasa dan rasio yang seimbang.

Contohnya, seorang penulis dalam menanggapi kondisi pendidikan di masa covid 19. Yang menjadi sumber ide adalah "Kondisi pendidikan di masa covid 19 dan media pembelajaran" Sementara yang menjadi tujuan idenya adalah "Pemanfaatan media sosial sebagai alternatif media pembelajaran daring". Pada bagian sumber ide adalah peristiwa yang sedang terjadi dan teori-teori media pembelajaran, sehingga penulis harus membaca dan menggali terlebih dahulu peristiwa tersebut kemudian membaca teori-teori media pembelajaran. Selanjutnya penulis memberikan solusi sebagai tujuan dari tulisan tersebut agar masalah pada sumber ide dapat diselesaikan. Salah satu solusinya dalam kondisi darurat covid 19 pembelajaran tetap berjalan dengan cara belajar daring melalui media sosial, karena media sosial sangat mudah menggunakannya. Tujuan ini boleh berupa solusi yang diberikan penulis terhadap permasalahan dan dapat juga berupa saran terhadap orang lain untuk mencarikan solusinya.  Tujuan ide dalam penulisan fiksi lebih kepada pengembangan isi tulisan, termasuk penguatan ending  dalam cerpen atau novel serta memperindah diksi dalam puisi. 

Baca Juga: Terapkan Konsep "Terima, Sadari, Perbaiki" dalam Menulis

Tujuan ide merupakan pengembaraan imajinasi antara fikiran (rasio), perasaan, dan keyakinan seorang penulis dalam mewujudkan tulisannya. Sehingga melahirkan suatu konsep atau model tulisan yang berbeda setiap orang. Pengalaman dan pengetahuan seseorang sangat mempengaruhi tujuan ide dalam penulisan, maka mulailah menulis berdasarkan pengalaman dan pendekatan pengetahuan yang dimiliki, agar objek yang ditulis benar-benar dikuasai oleh seorang penulis.

Terkadang sebelum masuk pada tahap eksplorasi seorang penulis mengalami kendala pada penemuan ide, atau kejenuhan dalam menulis sulit melahirkan ide-ide baru. Hal ini mestinya diatasi dengan memberikan asupan atau energi terhadap ide itu sendiri. Manusia adalah makhluk yang terbatas, termasuk fikirannya memiliki keterbatasan. Oleh karena itu agar fikiran selalu fresh dan mudah melahirkan ide, fikiran atau otak pun harus diberi asupan.

Otak membutuhkan asupan sama halnya seperti perut harus dikasih makanan dan minuman, begitu juga otak dikasih asupan agar tetap jalan, kuat ingatannya, mudah berfikir, mudah mengerjakan sesuatu, dan mudah melahirkan ide kreatif, inovatif, dan efesien. Asupan otak ini juga yang digunakan untuk melahirkan ide-ide terbaru dalam menulis. 

Saat mulai jenuh menulis cobalah membaca, saat jenuh membaca, nontolah film atau video apa saja yang disukai, saat jenuh nonton pergilah jalan-jalan melihat keindahan pemandangan alam, saat jenuh melihat keindahan alam cobalah berganti berbelanja ke mall atau pasar, saat belanja juga mulai jenuh, lakukan olah raga atau main game, saat olah raga dan main game mulai jenuh mulai melakukan meditasi, saat meditasi sudah jenuh juga kembalilah menulis. Jangan lupa dari semua kegiatan itu tetap jaga ibadah dan berdoa meminta pertolong kepada Allah agar selalu dibukan fikiran diberikan kesehatan jasmani dan rohani, sehingga selalu dapat melahirkan ide-ide terbaru dalam menulis. 

Demikian berbagi ilmu dan pengalaman sedikit tentang eksplorasi mencari ide dalam menulis, "ide itu direbut jangan ditunggu"


Dapatkan RPP 1 Lembar Gratis: RPP 1 Lembar Seni Budaya SMP/MTs Kelas IX Semester 2

Comments

  1. Mantap artikelnya ....menggali informasi ....mengolahnya lalu menuliskanya. Langkah penting sebelum menulis

    ReplyDelete
  2. Jika jenuh Istirahatlah,main gamE,dengarkan musik,Olah raga, jalan-jalan jika masih jenuh meditasi adalah jalan terakhir. Berdoa mintalah pada Allah untuk di bukakan hati dan pikiran..insyaAllah kita bisa tenang melanjutkan untuk menulis.
    Mari berekplorasi..

    ReplyDelete
  3. Terima kasih sudah diingatkan, Pak Win

    ReplyDelete
  4. Makasih banyak tips2nya Pak Win...

    ReplyDelete
  5. Master Winhar, trimks share ilmunya keren...Kalau ibu mencari ide menulis suka cari udara segar /refresing ke gunung, sawah, kebun/membaca buku dari penulis yg terkenal dg membeli buku /membaca di perpustakaan

    ReplyDelete
  6. Maaf... salah ketik namanya Master Winansar 🙏

    ReplyDelete
  7. terima kasih ilmu nya sy sendiri suka ke daerah2 pegunungn lebih tenang

    ReplyDelete
  8. Luar biasa tipsnya. Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  9. "Ide itu harus direbut, jangan ditunggu." Yuk bereksplorasi rebutan ide.

    ReplyDelete
  10. Jangan lupa, saat ide muncul, harus dicatat agar tidak lupa. Soalnya, kalau diremehkan, ide tersebut bisa hilang, padahal seorang penulis pastilah butuh ide yang segar.

    ReplyDelete
  11. Keren artukelnya. Kadang saya sedang menyetrika pun menyiapkan kertas dan bulpen. Siapa tahu ada ide melayang.

    ReplyDelete

Post a Comment

RPP/PERANGKAT