Berbincang dengan Hoax, Media Sosial dan Dunia Digital (Materi 13 GMLD)

 Berbincang dengan Hoax, Media Sosial dan Dunia Digital (Materi 13 GMLD) Oleh Ansar Salihin Pertemuan ke-13 kelas Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) Aam Nurhasanah kembali menjadi narasumber menjelaskan tentang Berbincang dengan Hoax, Media Sosial dan Dunia Digital, kelas GMLD dilaksanakan melalui Grup WA, Senin 29 November 2021 pukul 16.00-18.00 WIB yang dimoderatori oleh Dail Ma’ruf.

Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Pembelajaran


Oleh: Ansar Salihin

Perkembangan teknologi telah mempengaruhi kehidupan manusia baik secara psikologis pribadi maupun sosial budaya dalam masyarakat. Hal ini juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan di era globalisasi. Teknologi juga dapat dimanfaatkan dalam media pembelajaran untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Media sosial adalah salah satu produk teknologi yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia di era digital. Media sosial telah membuka ruang kehidupan manusia yang lebih luas dan global. Sehingga melalui dunia maya, seseorang dapat mengetahui kejadian atau peristiwa dengan cepat di seluruh dunia. Media sosial juga sangat mudah diakses di internet dan tergolong pembiayaan yang sangat murah dan siapapun boleh menggunakannya.

Peran media sosial telah mempengaruhi manusia dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial budaya, ekonomi, politik, pemerintahan sampai dengan pendidikan. Sehingga apabila tidak ada filter (penyaring) dalam menggunakan media sosial, dapat menjerumuskan seseorang kepada hal-hal yang buruk. Dalam hal ini penggunaan media sosial tergantung dimanfaatkan untuk apa. Apakah digunakan untuk hal baik atau digunakan untuk hal buruk.


Jenis media sosial sangat banyak misalnya facebook, instagram, twitter, whatsapp, line, telegram, youtube dan media sosial lainnya masih banyak lagi. Media sosial tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran dalam dunia pendidikan.


Penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa, meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi dan meningkatkan kesadaran siswa dalam menggunakan media sosial konsteks pendidikan. Melalui pembelajaran ini siswa akan dibina menggunakan media sosial dengan baik dan benar, siswa diajarkan menggunakan bahasa yang baik dan sopan saat posting dan komentar di media sosial.


Pembelajaran apa saja yang dapat dilakukan melalui media sosial, misalnya ini yang sudah saya praktikan Instagram dan Youtube. Kedua media sosial ini lumayan efektif sebagai media pembelajaran, instagram dalam bentuk visual foto dan teks, sedangkan youtube dalam bentuk video dan audio visual.


Dalam pelajaran seni budaya yang saya terapkan, Instagram digunakan sebagai wadah pengumpulan tugas siswa. Setelah siswa membuat tugas dalam bentuk gambar baik tugas di sekolah maupun di rumah. Kemudian siswa memposting tugas gambar ke Instagram masing-masing dengan menggunakan Hashtag (#) tertentu untuk memudahkan guru mengecek tugas siswa. Misalanya #tgssiswa2020 #tgssenbud dan hashtag lainnya. Selain itu juga memberikan deskripsi dari tugas tersebut, mulai dari judul tugas, nama, kelas, dan pelajaran. Setelah posting siswa yang lain dapat memberikan komentar pada tugas teman-temannya. Sehingga terjadinya intraksi pembelajaran dalam media sosial tersebut.


Begitu juga dengan Youtube, siswa memposting tugas musik, nyanyi, tari, teater, baca puisi dan tugas dalam bentuk video lainnya. Siswa memposting tugas, kemudian siswa memberikan tanggapan terhadap tugas teman-temannya. Youtube juga dapat digunakan oleh guru untuk membagikan materi yang dibuat guru dalam bentuk video, kemudian diposting di youtube, dan siswa menonton video materi pembelajaran tersebut. Setelah menonton siswa diminta untuk memberikan pertanyaan, kesimpulan dan tanggapan dari video tersebut. Selanjutnya siswa yang lain menjawab pertanyaan teman-temannya. Sehingga terjadinya intraksi pembelajaran di media Youtube.


Tentunya banyak kendala dalam menerapkan pembelajaran ini, mulai dari keterbatasan hp yang dimiliki siswa, jaringan serta pemahaman siswa terhadap penggunaan media sosial. Setidaknya lakukan percobaan dulu, 25% saja dari jumlah siswa yang dapat mengikuti itu sudah cukup. Kemudian mulai dikembangkan dan terus mengajak siswa untuk menggunakan media sosial sebagai media pembelajaran. Terus lalukan Inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang.


Semoga tulisan ini bermanfaat, kritik dan sarannya silahkan diisi di kolom komentar. Terima kasih.


Aceh, 8 September 2020 

Comments

Post a Comment

RPP/PERANGKAT